Buku Tip Sukses Meresensi
 (Dok. Pribadi/Fendi Chovi)


Banyak cara yang bisa diperhatikan sebelum menulis resensi buku. Cara yang ditawarkan buku ini menjadi tampak lebih mudah dilakukan.

Adalah N. Mursidi yang kerapkali disebut sebagai raja resensi yang menawarkan cara menarik agar kita senang meresensi buku, lengkap dengan kiat-kiatnya.

Penulis buku yang meraih penghargaan blogger buku terbaik ini, juga menyertakan puluhan contoh resensi buku yang ditulisnya dan dimuat di berbagai media besar di tanah air.

Buku ini membuat kita memahami sisi-sisi keuntungan yang belum diketahui publik terkait dengan resensi buku.

N. Mursidi menggambarkan bahwa selain mendapatkan honor dari media yang memuat tulisannya. 

Para peresensi buku yang handal juga mendapat kiriman buku dari penerbit. Hadiah buku gratis dan buku baru ini tentu tidak akan dinikmati para penulis lain selain penulis resensi buku.

Para peresensi buku juga mendapat kesempatan menjalin relasi dengan para penulis buku. 

Dikisahkan oleh Mursidi bahwa suatu ketika dirinya dihubungi oleh seorang penulis buku dan mengajaknya untuk temu darat.

Dari pertemuan itu, kami berbincang tentang dunia buku dan tulis menulis. Sebelum berpisah penulis itu menawarkan kepada saya untuk bersedia meresensi buku karyanya yang baru terbit. Sebagai peresensi, niat saya kalah itu hanya ingin membantu.

Untuk memahami tahapan sebelum meresensi buku, Mursidi menyarankan ada beberapa cara yang layak dicoba.

Pertama, membuat kalimat yang mengesankan.

Prolog (kalimat pembuka) dalam sebuah resensi buku memiliki kekuatan yang dahsyat. Yang tidak pantas diremehkan.

Para peresensi yang baik, pasti memikirkan pembuka yang baik di setiap tulisan resensi yang dibuatnya.

Kedua, mengupas rekam jejak penulis

Untuk tujuan memberi legitimasi bahwa penulis buku yang akan diresensi memiliki reputasi yang hebat.

Peresensi mesti membaca rekam jejak sang penulis di berbagai media massa yang pernah menerbitkan karyanya atau mengulas sepak terjangnya.

Mursidi memberi contoh-contoh tentang prolog yang baik di dalam buku ini. 


Ketiga, Prolog Mengajukan Pertanyaan

Model prolog yang mengajukan pertanyaan itu memang hal yang membuat pembaca akan betah untuk berlama-lama menuntaskan hingga akhir. Tepatnya, bakal bikin pembaca penasaran.

Dan masih banyak informasi menarik di buku ini yang layak dibaca para peresensi pemula. 

Sehingga mereka juga bisa terus mengasah keterampilannya dengan terus belajar membuat resensi buku.

Semoga Tips Meresensi Buku Paling Ringan dari raja resensi ini membuat kita terus piawai sebagai peresensi handal.