Suatu malam saya membuat catatan sederhana saat menyimak ceramah seputar peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

penceramah adalah seorang sarjana dari Universitas Gajah Mada, terlihat dari tata bahasa yang digunakan. Mirip seorang akademisi di tengah-tengah jamaah.

Ilustrasi : sebuah kaligrafi pada dinding masjid
berisi sholawat atas Nabi SAW (Sumber: Pixabay)

Isra Mi'raj adalah sebuah perjalanan nabi Muhammad Saw itu dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

Penceramah membahas dua hal penting.  Yakni, perihal kesabaran dan perintah menjalankan sholat lima waktu.

"Pelajaran apa yang bisa dipetik dari peristiwa Isra Mi'raj ini," ungkap si penceramah di depan ratusan jamaah.

Pertama, kesabaran dan kedua, esensi sholat lima waktu. 

Si penceramah kemudian membeberkan lebih rinci. Sebelum Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Isra Mi'raj, di tahun itu juga Rasulullah sedang dalam suasana berduka. Sebab, istri dan pamannya, dua sosok yang selama ini menjadi penyokong dana dan pelindung dakwah Nabi Muhammad SAW meninggal dunia.

Kematian Khadijah dan Abu Thalib itu, dua sosok penting dan terhormat yang ikut menjadi pendukung Nabi Muhammad SAW menyebarkan Islam.

Nabi SAW merasa kehilangan dengan meninggalnya paman dan istrinya. Tahun itu pun disebutkan sebagai tahun penuh duka cita. 

Di tengah suasana berduka itu, Nabi Muhammad SAW didatangi malaikat Jibril yang kemudian mengajaknya untuk melakukan perjalanan Isra Mi'raj.

Peristiwa Isra Mi'raj Nabi SAW ini menjadi penguat spiritual bagi Muhammad SAW ketika berangkat Masjidil Haram hingga Masjidil Al-Aqsa serta dilanjutkan ke langit tujuh.

Di sepanjang perjalanan itu juga Nabi SAW dipertemukan dengan para Nabi - nabi terdahulu, seperti nabi Ibrahim, Musa serta Isa Alaihim salam.

Esensi dari peristiwa Isra Mi'raj ini, yaitu kesadaran kita untuk mengingat tentang kebesaran dan bertapa Maha Kuasanya Tuhan itu sert perintah langsung untuk mendirikan sholat. 

Sholat adalah fondasi utama bagi seorang Muslim. Sebab Tuhan sendiri yang memerintah Nabi SAW untuk bertemu dengan-Nya.

Dengan mendirikan sholat itu, setiap manusia memiliki kesempatan setiap saat untuk berdoa dan berkomunikasi langsung dengan Tuhan sebagai hamba dan sang pencipta.

Saat kita melalaikan perintah sholat, maka kita abai tentang kehadiran Tuhan dalam hidup kita sehari-hari.

Sholat adalah ibadah wajib bagi Umat Islam yang harus dijalankan sebanyak lima kali sehari semalam.

Terdapat rukun dan syarat-syarat yang harus diperhatikan agar pelaksanaan sholat itu keterima di sisi Allah SWT.

Ketika seorang hamba menjalankan perintah sholat, maka hamba itu sebenarnya melakukan suatu pendekatan intensif antara dirinya dengan Tuhannya.

Dalam sholat itu, terdapat berbagai bacaan yang memiliki kandungan arti penuh doa kebaikan dan keselamatan.

Benarlah, betapa tidak pantas sekali untuk seorang Hamba menyia-nyiakan waktu sholat lima waktu.

Semoga dengan Isra Mi'raj tersebut. Seluruh kaum muslimin menyadari arti kesabaran dan kebaikan yang akan terus mengalir ketika mendirikan sholat.


FENDI, Content Writer