Bisakah kita mendapat penghasilan tambahan dari kegiatan menulis?

Beberapa rekan penulis memberi nasihat bahwa pekerjaan apapun asal diseriusi atau tepatnya dijalani secara profesional akan mendatangkan rejeki (baca: pendapatan)

Lalu, seperti apa rute yang harus ditempu agar kita bisa mencapai tangga kesuksesan tersebut?

Kembali ke pertanyaan di awal tulisan ini.

Ilustrasi: Beberapa orang berkumpul untuk menggarap konten artikel (pixabay)

Bisakah kita mendapat tambahan penghasilan dari kegiatan menulis?

Bisa iya. Bisa tidak.

Kita urai satu per satu. 

Menulis membuat kita hidup karena kita yakin bahwa kegiatan ini tidak jauh berbeda dengan pekerjaan yang lain.

Coba lihat, bagaimana para petani dan penjual soto bekerja?

Pagi-pagi mereka bangun, lalu pergi ke sawah. Merawat tanah agar menjadi ladang yang subur. Lalu menanam benih dan setelah tumbuh, disiram dan dirawat agar tidak dimakan hama atau hewan liar.

Setelah tumbuh dan panen, mereka baru menikmati hasilnya. Tapi, beberapa juga dibuat rugi karena hasil tanamannya tidak laku di pasaran.

Menjadi penjual Soto pun demikian adanya. Menyiapkan segala alat dan berbagai bahan untuk meracik sepiring soto yang makyus dan siap diminati pelanggan.

Jika kita siap menjalani rutinitas menulis sepertinya halnya para petani dan penjual soto dengan jam kerja dan kegigihan yang hampir sama. Kita akan memetik hasil yang sama. Juga akan merasakan situasi yang sama 'rugi' ...

Tetapi, jika kita hanya menjadikan kegiatan menulis untuk bersenang-senang, maka hasilnya juga hanya sebatas itu, yaitu puas saat tulisan selesai dibuat.

Tetapi kalau 'nawaitu' nya dikaitkan dengan untuk bisa hidup dan mendapat finansial yang layak. 

Maka jalan ninja yang mesti kita tempuh adalah mulai memikirkan seperti  apa tulisan yang layak dihargai, dibeli dan layak diberi bayaran uang.

Managemen pembuatan tulisan juga harus mulai dilakukan. Kapan harus riset, mengumpulkan bahan, mempublis tulisan dan mencari segmentasi pembaca.

Lalu, kira-kira pembaca mendapat apa dari artikel atau tulisan yang kita buat?

Jika tulisan kita tidak memberi dampak apa-apa buat orang lain, kenapa mesti ditulis?

Inilah peta dan rute awal yang harus dibentuk dan dibangun dalam diri kita.

Menuliskan sesuatu yang membuat kita bisa dihargai sebagai penulis profesional.

Kita bisa menulis apa saja, ulasan musik, kuliner, olahraga, pendidikan, dan lain-lainnya.

Seperti itulah gambarannya. Kita mau hidup bergantung pada menulis atau pekerjaan lain. Itu semua hak kita.

Yang terpenting, kita harus berani membuat keputusan dan setia menjalani pekerjaan apapun secara serius.

Dari sebuah blog, aku membaca kisah seorang full time blogger yang mengais rejeki dari lomba blog.

Awalnya, dia seringkali menelan kekalahan berkali-kali dan tidak terhitung jumlahnya. 

Tetapi, kini dia telah memetik prestasi dan berbagai pendapatan dari rutinitasnya sebagai full time blogger.

Selamat mencoba ya, karna hanya dengan mencoba kita bakal memahami tantangan, peluang, juga kekecewaan maupun keuntungan besar yang siap menanti di depan mata.

Good Luck !!!