Ilustrasi: penampakan gadget (sumber: Pixabay)


SAAT ini liburan pondok pesantren telah tiba, waktunya para santri untuk mengambil jeda dari aktivitas kegiatan belajar mengajar di Asrama Pondok.

Liburan selalu identik dengan suatu hal yang enjoy dan menyenangkan. Banyak pelajar menyambut senang gembira jika ada pengumuman libur sekolah.

Bagi santri dari keluarga mampu secara ekonomi, tentu liburan bersama keluarga besar akan menjadi momen tidak terlewatkan.

Tetapi bagi anak dari keluarga yang kebetulan sedang tidak memiliki budget untuk pergi berlibur maka kegiatan paling asyik adalah mencari hiburan di rumah.

Liburan dirumah berarti akan lebih banyak waktu bagi anak-anak untuk bermain di rumah. 

Ada yang memilih bermain bersama teman di lingkungan outdoor namun juga tidak sedikit yang menjadi lebih agresif terhadap gadget. 

Seperti bermain game online atau nonton YouTube, Tik tok serta asyik main sosmed selama berjam-jam.

Saat anak-anak lebih asyik bermain gadget berjam-jam daripada bermain bersama teman sebayanya menggunakan permainan alat tradisional. 

Tentu saja, ini adalah gejala awal yang harus diwaspadai, terlebih bagi santri aktif.

Kita saat ini memang tidak bisa memisahkan anak-anak dari gadget karena memang sudah masanya.

Tetapi, bagaimana cara mencegah anak kecanduan gadget berlebihan saat datang waktu liburan pondok? 

Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si.,Psikolog dalam UNAIR News memberikan tips agar anak terhindar dari kecanduan gadget saat liburan.

Dalam sebuah wawancara, Dr. Dewi menyebutkan bahwa penting untuk membuat komitmen dengan anak terhadap batasan penggunaan gadget, misalnya batas waktu anak memainkan gadget maksimal 3 jam perhari yang dibagi kedalam 3 waktu misalnya pagi, siang dan sore.

Setelah itu, baru ajak anak untuk melakukan aktivitas bersama anggota keluarga seperti membersihkan rumah bersama-sama, mendekor ulang kamar tidurnya, memasak bersama, atau pergi bersepeda bersama.

Jika hal ini dilakukan dengan baik, maka anak-anak akan bahagia. 

Sebab, ada waktu bermain gadget serta waktu menikmati kebersamaan dengan sanak keluarga.

Waspadai perilaku santri kecanduan gadget saat masih dalam situasi menuntut ilmu. Ini berbahaya.

Seorang bapak pernah bercerita bahwa anak laki-lakinya tidak lagi ingin kembali ke Pondok setelah menghabiskan masa liburan dengan lebih banyak menghabiskan waktu bermain gadget di rumah.

Lalu, tindakan pencegahan apa yang harus dilakukan orang tua. 

Mari kita pikirkan lagi solusi terbaik !!!