Suasana Keramaian di Masjid Madinah (Pixabay) 

Saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, saya ingin mengingat situasi saat pandemi Korona.

Saat ini, saya bisa datang ke Perayaan Maulid Nabi SAW dari satu dusun ke dusun yang lain. Dari satu desa lintas kecamatan dan kabupaten. Meriah !!!

Entah karna diundang khusus oleh tuan rumah atau karna ingin sekadar menyimak para kiai kondang yang dijadikan penceramah.

Peringatan Maulid Nabi Saw kali ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya.

Ya, pada tahun 2020-2021 masih jelas terbayang betapa tidak mudah berkumpul untuk suatu event atau perayaan akibat pandemi Covid-19.

Ya, masa Korona tersebut membuat kita lebih membatasi pergaulan.

Kalau Aristoteles menyebutkan bahwa manusia itu adalah Zoon Politicon ' Manusia adalah mahkluk yang bersosial'.

Rasanya susah menjadi manusia yang didesak dan dipaksa dengan aturan negara untuk membatasi pergaulan dan merayakan apapun hanya demi mematuhi protokol kesehatan di masa Korona.

Kita yang hidup di masa Korona mungkin menjadi sadar bahwa nikmat hidup paling indah adalah kesempatan saat berkumpul.

Apa jadinya jika kita hanya hidup sendirian, terasing dan dijauhkan dari interaksi dengan orang lain.

Masa pandemi bukan hanya masa membatasi pergaulan, tetapi juga melihat orang-orang di sekitar meninggal karna virus Korona.

Beberapa daerah memang sedikit longgar. Tidak sertamerta mengikuti arahan dari Pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, dan membatasi jarak dengan orang lain.

Kita yang pernah hidup saat pandemi menyerang bagian-bagian kehidupan kita, seperti kematian sanak kerabat yang bersamaan, tetangga, teman dekat dan lumpuhnya ekonomi akibat larangan beraktifitas di luar rumah.

Kini hanya bisa mengingat dengan rasa sedih, betapa kita tidak bisa hidup tanpa orang lain di sekitar kita.

Setelah pandemi usai dan beberapa negara di dunia mulai menata kembali perekonomian yang sempat terpuruk.

Kita juga ikut bahagia. Ya, kita yang tinggal di kampung juga ikut senang. 

Di pertengahan tahun 2022 ini, setelah Korona perlahan berakhir, kita menyaksikan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW begitu meriah.

Ribuan hingga jutaan Umat berkumpul di suatu tempat membaca Al Barzanji atau Maulud Diba' untuk merayakan kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW.

Kita menyaksikan orang-orang berkerumunan kembali di ruang-ruang publik tanpa harus memakai masker, cuci tangan dan lain-lainnya.

Dulu Perayaan Maulid Nabi SAW di ruang publik dilarang. Suasana cukup hening.

Bahkan, orang dilarang Naik Haji dan dilarang sholat jamaah saat momen ramadhan, termasuk larang merayakan Idul Fitri dan Idul Adha di masjid-masjid tanpa protokol kesehatan.

Itu semua demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Menurut Laporan dari Liputan6.com pada 26 April 2020 penutupan kegiatan ibadah di ruang publik tidak hanya terjadi di kota-kota besar di seluruh dunia.

Tetapi juga, di pusat kota di mana agama Islam pertamakali muncul.

" Di Mekkah, Arab Saudi, Pintu Kakbah yang biasanya penuh dengan umat-umat Muslim untuk berdoa dari seluruh dunia, ditutup. Tidak hanya Ka'bah, Masjid Nabawih juga ditutup untuk sementara akibat virus korona," tulis liputan6.com dalam laporannya.

Mufti Agung Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Syeikh mengatakan kepada orang-orang untuk melakukan salat di rumah saja selama pandemi virus korona, termasuk doa malam tarawih yang biasanya dilakukan orang-orang berkumpul di masjid.

Negara-negara seperti Mesir, Iran, dan Afghanistan menjalani tradisi ramadan dengan cara beradaptasi dengan situasi pandemi covid-19. 

Kebijakan pemberlakuan phsyical distancing (menjaga jarak) di masa ramadan ini tentu membuat seluruh umat Muslim bersedih.

 “Kita biasa melihat masjid suci yang penuh sesak dengan orang-orang di siang hari, malam hari, sepanjang waktu ... saya merasa sedih di dalam hati,” ungkap Ali Mulla, seorang muazin di Masjidil Haram kepada Media Prancis, AFP.

Setelah Pandemi perlahan-lahan berakhir, perayaan Maulid Nabi SAW di ruang publik terasa begitu istimewa.

Allahumma sholli ala Muhammad !!!

FENDI, Content Writer