Siapa mengira seekor semut ternyata ikut berperan dalam keselamatan seseorang?

Suatu malam saya mengikuti pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Penceramah yang diundang, kata orang yang mengajak saya ikut dalam pengajian ini adalah Kiai yang sangat humoris. 

Setiap jamaah pasti terpingkal-pingkal jika mendengar isi ceramahnya, klaim teman saya itu dengan penuh meyakinkan.

Saat kiai itu mulai berceramah dengan antusias. Menyoroti kehidupan rumah tangga dan adab bertetangga.

Tiba-tiba seorang ibu yang hadir bersuara agak keras dari bawah panggung.

Lucu keeeehhhh !!!!

Ibu-ibu dan bapak-bapak yang lain, peserta pengajian ini akhirnya ikut tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan dari ibu tersebut.

Suasana riuh tawa sedikit mereda ketika Kiai melanjutkan pidatonya dengan gaya retoris.

Apa ada yang tahu tentang Semut?

'Iya, keeeeeh! 

Para ibu lagi-lagi kompak menjawab.

Ilustrasi Seekor Semut (Pixabay)


Dulu ada cerita seorang laki-laki jengkel pada seekor semut. Saat itu dia berdiri di pinggir jalan di dekat sebatang pohon asam yang tidak terlalu besar. 

Rasa jengkel itu terjadi karna ratusan semut merah berdatangan dan menggigit secara bergantian dengan gigitan ganas pada kaki lelaki itu.

Jengkel, orang itu langsung menumpas satu per satu  semut-semut mungil itu dengan tangannya.

Cerita ini dari Kiai Azzaim, Situbondo.  Kata sang kiai menceritakan sumber kisah yang akan diceritakannya.

Lanjut ya, Alkisah dahulu kala ada seekor semut yang menggigit kaki seorang lelaki. Jengkel. Si lelaki langsung menghabisi satu per satu semut yang menempel pada jemari kaki dan sandalnya dengan meremasnya tanpa ampun.

Semut-semut itu tergeletak mengenaskan. Lalu datang semut yang lain dan laki-laki itu menumpasnya tanpa ampun.

Jengkel. Si lelaki pindah tempat dari lokasi yang dipenuhi ribuan ekor semut merah ke tempat yang lebih dianggap aman.

Jaraknya juga tidak terlalu jauh dari lokasi sarang semut tersebut.   

Apa yang terjadi kemudian ...


Tidak lama kemudian, ada kendaraan roda empat dengan kecepatan tinggi meluncur cepat dan menabrak pohon di tempat tadi. Tempat si lelaki berdiri saat diserbu ratusan ekor semut.

Si lelaki baru sadar seandainya tadi masih di tempat itu. Mungkin sudah tidak lagi bisa berdiri lagi.

Seperti Ditolong Seekor Semut, Lelaki Ini Baru Sadar Lalu Menyesalinya ...

Tetapi dirinya tampak sedih saat melihat ternyata masih ada seekor anak semut kesakitan di celana si lelaki.

Sementara di depannya orang - orang sibuk menyelamatkan pengemudi mobil dan penumpangnya yang sedang kecelakaan. ***